STRUKTUR DAN KEBAHASAAN TEKS BERITA
STRUKTUR DAN KEBAHASAAN TEKS BERITA
1. A. Struktur teks berita
Secara umum, berita mempunyai struktur
sebagai berikut:
a.
Judul berita
Judul berita merupakan kata kunci yang mewakili keseluruhan berita.
b.
Teras/ lead
berita
Teras atau lead berita adalah
bagian yang sangat penting dari berita. Lead
atau teras berita ditulis pada paragraf pertama sebuah berita. Lead atau teras berita setidaknya
mengandung jawaban atas pertanyaan apa, siapa, kapan, dan dimana. Struktur ini terdiri atas dua kalimat. Jika lead terdiri atas dua kalimat, kalimat
pertama harus berisi kunci pemikiran.
c.
Tubuh berita
Tubuh berita berisi peristiwa atau kejadian yang dilaporkan. Bahasa dalam
berita singkat, padat, dan jelas. Jadi, tubuh berita merupakan penjelasan lead secara lengkap berita.
d.
Ekor berita
Ekor berita berisi informasi yang kurang penting. Bagian ini berada
setelah kepala dan tubuh berita.
2. B. Kebahasaan Teks Berita
a.
Penggunaan verba transitif da pewarta
1)
Verba transitif
Verba transitif adalah verba yang memerlukan dua nomina, satu sebagai
subjek dan satunya sebagai objek.
Contoh:
Syella mengunjungi SMK Pembina 1 Palembang.
Subjek : Syella
Objek : SMK Pembina 1 Palembang
2)
Verba pewarta
Verba pewarta adalah kata yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu
percakapan.
Contoh:
Prof. Hamdan menjelaskan bahwa nanti
malam akan terjadi hujan meteor.
b.
Penggunaan bahasa yag bersifat standar (baku)
Penggunaan bahasa yang standar atau baku akan memudahkan pemahaman banyak
orang. Penggunaan bahasa baku lebih mudah dipahami oleh masyarakat umum.
Contoh :
Senen (tidak baku) = Senin (baku)
Antri (tidak baku) = Antre (baku)
Apotik (tidak baku) = Apotek (baku)
Azas (tidak baku) = Asas (baku)
c.
Penggunaan kalimat langsung
Ciri penggunaan kalimat langsung yaitu ditandai dengan dua tanda petik
ganda dan disertai keterangan penyetaraan. Penggunaan kalimat langsung ini
terkait dengan pengutipan pernyataan oleh narasumber berita.
Contoh:
“Pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Saat ini kami terus
mengembagkan kasusnya.” Ucap Sutama
d.
Penggunaan konjungsi
Konjungsi yang biasa digunakan adalah konjungsi temporal atau penjumlahan seperti kemudian, sejak, setelah, awalnya, dan akhirnya.
Contoh:
Akhirnya, api pun berhasil dipadamkan oleh kurang lebih 10 unit pemadam kebakaran.
Bacalah contoh teks berita berikut.
Pecah Rekor! Minggu 30 Agustus, Pasien Corona RI Tembus 2.858 Kasus Sehari
Suara.com - Jumlah pasien baru terkonfirmasi positif virus corona covid-19 di Indonesia masih terus meningkat.
Merujuk data Minggu (30/8/2020) per pukul 12.00 WIB, selama 24 jam terakhir terjadi penambahan kasus positif sebanyak 2.858 orang.
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan ribuan orang yang terinfeksi menambah kasus positif secara akumulatif sejak kasus pertama menjadi total 172.053 orang.
Selanjutnya, jumlah kasus kematian akibat virus Covid-19 juga bertambah. Berdasarkan data hari ini, ada tambahan kasus kematian sebanyak 82 orang sehingga totalnya menjadi 7.343 kasus.
Untuk kasus pasien yang yang dinyatakan sembuh, jumlahnya turut mengalami peningkatan.
Tercatat ada tambahan sebanyak 1.383 pasien sehingga total sebanyak 124.185 orang dinyatakan sembuh.
Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 2 m persegi, dan tetap tinggal di rumah kecuali untuk keperluan mendesak seperti berbelanja atau berobat.
*) Berdasarkan teks berita di atas, jawablah kuis pada situs berikut https://s.id/q9JXt
di mana mengunakan kalimat petik
BalasHapus